Transformasi Ekonomi Bali: Strategi Penguatan Koperasi Desa dan UMKM Menuju Ekonomi Hijau

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 11 September 2026
Sedang Mendengarkan
Transformasi Ekonomi Bali: Strategi Penguatan Koperasi Desa dan UMKM Menuju Ekonomi Hijau

Bali, 10 September 2026 - Pemerintah Provinsi Bali terus mematangkan langkah strategi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali guna mewujudkan kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan. Berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sektor Industri Kecil Menengah (IKM), UMKM, dan koperasi kini ditempatkan sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan dari tingkat desa hingga kota.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak lagi berfokus tunggal pada pariwisata. Dalam pemetaan enam sektor unggulan daerah, pariwisata kini ditempatkan di urutan keenam sebagai dampak turunan (bonus), sementara sektor hulu seperti pertanian, kelautan, industri, serta UMKM dan koperasi diprioritaskan untuk diperkuat terlebih dahulu.

Penguatan Koperasi dan Pembentukan KDKMP

Langkah penguatan sektor riil di Bali diwujudkan melalui dorongan integrasi bisnis dari hulu ke hilir. Upaya ini mencakup peningkatan kompetensi SDM, penguatan kelembagaan, digitalisasi sistem pendataan, hingga pengubahan paradigma agar generasi muda makin tertarik berkoperasi.

Saat ini, Bali mencatat keberadaan 6.266 unit koperasi. Di tingkat tapak, telah terbentuk 716 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 636 desa dan 80 kelurahan. Pemerintah daerah terus mendorong efektivitas peran KDKMP melalui peningkatan kapasitas pengurus, perluasan akses permodalan, serta sinergi antarkoperasi.

Sinergi UMKM, Kuliner Desa, dan Bisnis Berkelanjutan

Dengan populasi mencapai 448.000 pelaku usaha, potensi UMKM Bali—khususnya di sektor kuliner mikro—menjadi motor penggerak ekonomi yang sangat vital. Pemberdayaan kelompok perempuan dan kader PKK di tingkat desa gencar dilakukan untuk melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang nantinya dapat dinaungi oleh wadah koperasi.

Guna memperluas pasar, pemerintah daerah konsisten memfasilitasi program Business Matching antarkoperasi serta mendukung keterlibatan UMKM dalam ajang tahunan seperti Pesta Kesenian Bali (PKB). Di samping itu, dukungan pembiayaan juga didukung oleh keberadaan lembaga keuangan lokal seperti Koperasi Guna Prima Dana sebagai salah satu penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis koperasi.

Menuju Ekonomi Hijau dan Keterlibatan Anak Muda

Menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan, Provinsi Bali menggulirkan program TUMBUH (Transformasi Usaha Menuju Bisnis Unggul dan Hijau) serta membentuk Konsorsium Ekonomi Hijau (KEH). Inisiatif yang melibatkan akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah ini bertujuan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak merusak alam Bali. Contoh nyata penerapan inovasi ini adalah pelatihan teknis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi pengurus koperasi desa.

Transformasi ini juga merangkul generasi muda melalui kolaborasi dengan media sosial, kreator konten, serta kemunculan koperasi berbasis anak muda seperti Koperasi Petani Muda Keren. Integrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Bali yang tangguh dan berkesinambungan.

Ditulis oleh Admin Diterbitkan pada 11 September 2026 Diperbaharui pada 12 September 2026