Pemerintah Provinsi Bali Dorong Optimalisasi KUR 2025, Realisasi Capai Rp8,9 Triliun untuk UMKM

Denpasar, 6 November 2025 – Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh upaya percepatan dan optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2025, melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran KUR Regional Jawa II yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali, Kamis (6/11).

Kegiatan strategis yang melibatkan wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur ini dibuka oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia Bapak Helvi Moraza, dan dihadiri oleh jajaran kementerian terkait, lembaga keuangan, serta para pemangku kepentingan program KUR.

Gubernur Bali Wayan Koster, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakor KUR 2025 Regional Jawa II.

Dalam sambutannya, Kadis Koperasi dan UKM menyampaikan bahwa program KUR memiliki arti strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, agar penyaluran KUR berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mewakili Gubernur Bali.

Lebih lanjut disampaikan, hingga awal November 2025, realisasi penyaluran KUR di Provinsi Bali telah mencapai Rp8,98 triliun atau 82,76 persen dari target Rp10,85 triliun, dengan total 114.921 debitur. Capaian ini terdiri atas 11.392 debitur usaha kecil, 101.875 debitur usaha mikro, dan 1.654 debitur usaha supermikro.

“Dengan sisa waktu dua bulan hingga akhir tahun, Pemerintah Provinsi Bali optimis target penyaluran KUR tahun 2025 dapat tercapai melalui berbagai strategi kolaboratif,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa KUR merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, di mana UMKM menjadi salah satu dari enam sektor utama penopang ekonomi daerah. Melalui penguatan permodalan dan akses pembiayaan produktif, UMKM diharapkan semakin tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

“Dengan penguatan permodalan melalui KUR, ekonomi Bali akan tumbuh lebih kuat secara fundamental, sekaligus mampu menghadapi dinamika ekonomi global,” tegasnya.

Melalui kegiatan Rakor ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap dapat dihasilkan rumusan kebijakan yang konkret, kolaboratif, dan berkelanjutan, guna mempercepat penyaluran KUR 2025 yang berkualitas di seluruh wilayah Regional Jawa II.