Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 kembali membuktikan perannya tidak hanya sebagai ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Dalam sepuluh hari penyelenggaraan, total transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat telah menembus angka Rp1,7 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap produk lokal Bali, khususnya sektor kuliner yang menjadi primadona sepanjang gelaran berlangsung di kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar.
Berdasarkan data sementara, sektor kuliner memberikan kontribusi terbesar terhadap total transaksi UMKM di PKB 2026. Berbagai jenis makanan khas Bali hingga jajanan kekinian menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Produk seperti:
- Makanan tradisional Bali
- Minuman segar lokal
- Jajanan modern berbasis UMKM
menjadi pilihan favorit karena selain cita rasa yang khas, juga mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Kepala Dinas terkait menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan UMKM di Bali, khususnya dalam momentum pemulihan dan penguatan ekonomi daerah. “PKB bukan hanya panggung seni budaya, tetapi juga ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal,” ujarnya. Partisipasi UMKM dalam PKB juga menjadi sarana promosi efektif untuk memperkenalkan produk unggulan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM terus berkomitmen dalam mendorong UMKM agar naik kelas melalui berbagai program seperti Fasilitasi pameran dan event, Pelatihan digitalisasi usaha, Penguatan branding dan kemasan produk, Akses pembiayaan dan permodalan. Kehadiran UMKM dalam event seperti PKB diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jaringan pemasaran.
Dengan capaian transaksi yang signifikan dalam waktu singkat, diharapkan tren positif ini terus berlanjut hingga akhir penyelenggaraan PKB 2026. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk lokal sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi katalisator dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Bali.

